Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Example 728x250
Kesehatan

Keracunan MBG Kembali terjadi, Ratusan Guru dan Siswa mengalami Keracunan Di Marau, SPPG Dihentikan Sementara

93
×

Keracunan MBG Kembali terjadi, Ratusan Guru dan Siswa mengalami Keracunan Di Marau, SPPG Dihentikan Sementara

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

 

Ketapang- Kasus dugaan keracunan menu Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) kembali terjadi di Kabupaten Ketapang. Kali ini, peristiwa tersebut menimpa ratusan siswa dan guru di Kecamatan Marau, Kamis (5/2/2026) pagi.

Example 300x600

 

Ratusan korban berasal dari SMP Negeri 1 Marau, SMA Negeri 1 Marau, dan SMK Negeri 1 Marau. Para siswa dan guru diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di sekolah masing-masing.

 

Sebagian korban langsung dilarikan ke sejumlah puskesmas setempat untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Kamis sore, beberapa di antaranya masih menjalani perawatan.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, mengungkapkan bahwa berdasarkan data sementara, jumlah korban keracunan mencapai 162 orang.

 

“ Data terbaru kita saat ini pukul 17.00 Wib. Total korban ada 162 orang, terdiri dari siswa dan guru di Kecamatan Marau,” ujar dr. Feria saat dikonfirmasi, Kamis sore.

 

Ia menjelaskan, laporan keracunan massal diterima pihaknya sekitar pukul 10.00 WIB. Para korban mengeluhkan gejala mual, muntah, pusing, sakit perut, hingga diare setelah menyantap hidangan MBG.

 

“Saat dibawa ke puskesmas sekitar pukul 10.00 pagi, kondisinya muntah-muntah, pusing, dan beberapa mengalami diare. Secara umum mereka mengalami dehidrasi,” jelasnya.

 

Untuk penanganan kasus keracunan massal tersebut, pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang langsung mengerahkan lima tim medis.

 

“Kami telah mengerahkan lima tim, yakni dari Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Puskesmas Marau, Puskesmas Jelai Hulu, Puskesmas Suka Mulia, dan Puskesmas Marau,” ungkap dr. Feria.

 

Selain penanganan medis, pihaknya juga telah mengambil sampel makanan MBG serta sampel muntahan korban untuk dilakukan pemeriksaan laboratorium.

 

“Sampel makanan dan muntah sudah diambil untuk diuji di Pontianak. Sampel muntah diperiksa di Laboratorium Kesehatan Provinsi, sedangkan sampel makanan dikirim ke Balai POM Kalimantan Barat,” pungkasnya.

Peristiwa ini dibenarkan Kepala Program MBG Region Kalimantan Barat, Agus Kurniawi. Ia mengatakan gejala mulai dirasakan setelah para siswa dan guru menyantap menu MBG yang didistribusikan pada Rabu (4/2/2026).

 

“Iya benar, beberapa siswa dan guru mengalami mual, muntah, dan lemas usai menyantap menu MBG. Menu yang disajikan saat itu yakni nasi putih, gulai telur, perkedel tahu, tumis sawi putih dan wortel, serta puding,” ujar Agus Kurniawi saat dikonfirmasi, Kamis (5/2/2026) malam.

 

Agus menjelaskan, laporan baru diterima pihaknya pada Kamis pagi setelah banyak siswa tidak masuk sekolah karena mengalami keluhan kesehatan.

 

“Ini akibat menu yang didistribusikan pada hari Rabu kemarin. Untuk hari ini, distribusi MBG dihentikan sementara karena kami fokus pada penanganan siswa yang dirawat,” jelasnya.

 

Ia menambahkan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading yang dikelola Yayasan Surya Gizi Lestari telah beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani sebanyak 1.859 penerima manfaat.

 

“SPPG tersebut kami hentikan sementara operasionalnya hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan keluar,” tegas Agus.

 

Saat ini, pihak MBG bersama SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading fokus melakukan pendataan serta pengobatan terhadap siswa dan guru yang dirawat di Puskesmas Marau. Seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya oleh pihak penyelenggara.

 

“Atas nama Kepala MBG Region Kalbar, saya menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah, para siswa, dan orang tua yang terdampak. Kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi serius bagi kami ke depan,” ucapnya.

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *