MBG

Riyan Bantah Kelola Dapur MBG, Anggota DPRD Lain Buka Fakta

211
×

Riyan Bantah Kelola Dapur MBG, Anggota DPRD Lain Buka Fakta

Sebarkan artikel ini

KETAPANG – Polemik dugaan keterlibatan elit politik dalam pengelolaan program strategis Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau SPPG di Kabupaten Ketapang semakin memanas dan memunculkan kontroversi. Setelah Anggota Partai Gerindra, Riyan, membantah keras memiliki kaitan dengan pengelolaan dapur tersebut, sejumlah rekan sesama anggota legislatif justru membuka fakta yang bertolak belakang, lengkap dengan bukti lokasi dan keterlibatan keluarga.

Klarifikasi Riyan: “Info Salah, Cek di Sistem”

Sebelumnya, melalui percakapan dengan awak media pada Selasa (21/4), Riyan menegaskan dirinya bersih dari urusan pengelolaan dapur MBG yang tersebar di wilayah Delta Pawan, Benua Kayong, dan Jelai.

“Maaf, info yang didapat salah Om. Kemarin juga ada yang menginfokan begitu beberapa bulan lalu. Saya tidak ada mengelola dapur MBG. Cek saja di sistem, ada nama saya tidak sebagai pengelolanya? Ini punya siapa,” ujar Riyan tegas

Ia juga menampik adanya hubungan kekerabatan dengan pihak pengelola dan meminta masyarakat menanyakan langsung kepada yayasan yang menjadi mitra resmi.

Fakta Terbalik dari Sesama Dewan: “Punya Die Semua”

Namun, narasi tersebut runtuh setelah sejumlah anggota DPRD Ketapang lainnya angkat bicara. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal yang meminta anonimitas, keberadaan Riyan justru sangat lekat dengan aset dan manajemen operasional di lapangan.

“Belakang Babul Khair, Sei Kinjil, DG Jelai punye die,” tegas salah satu anggota DPRD, memastikan bahwa titik-titik lokasi strategis tersebut adalah milik dan dikelola oleh Riyan.

Tidak berhenti di situ, keterangan lain bahkan mengungkap adanya pola penguasaan oleh satu kelompok keluarga.

“Die semue am same tak beri dua beradik,mau jadi pengusaha ee mau jadi pejabat publik ee”ungkap sumber lain dengan sangat lugas.

Frasa “dua beradik” ini ditengarai kuat merujuk pada keterkaitan darah antara Riyan dengan salah satu oknum Wakil Ketua DPRD Kabupaten Ketapang. Hal ini menegaskan indikasi kuat bahwa program pemerintah ini justru dikuasai oleh lingkaran keluarga pejabat, meski berusaha disamarkan dalam administrasi.

Sosok Mahrus Ahli gizi: Rela Menutup CV AZILAZA demi Fokus Kelola MBG 

Di balik layar operasional, nama Mahrus menjadi sorotan utama. Sosok yang dikenal sebagai ahli gizi ini dipercaya memegang kendali teknis di Dapur MBG Delta Pawan.

Fakta mengejutkan terungkap bahwa demi memegang penuh kendali dalam program ini, Mahrus dikabarkan bahkan rela berhenti atau mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Direktur di sebuah CV.AZILAZA  Langkah berani ini dinilai menunjukkan seberapa besar keterlibatan dan loyalitasnya terhadap pengelolaan dapur yang disebut-sebut milik keluarga politisi tersebut.bahkan belakangan Sosok MAHRUS Merupakan Keponakan dari oknum politisi dari partai Gerindra tersebut

Dampak Polemik Ini: Merusak Citra dan Menghambat Tujuan Program

Kontroversi saling bantah ini tentu membawa dampak luas, tidak hanya bagi citra politik namun juga keberlangsungan program nasional diantaranya:

– Hilang nya kepercayaan Publik

-Dugaan Potensi Kepentingan

– Tujuan program yang bisa Tergeser

– Menimbulkan Persepsi Negosiasi Politik

Hingga berita ini diturunkan, belum ada  klarifikasi lebih lanjut maupun pembuktian data administrasi yang terbuka untuk publik. Masyarakat pun menunggu jawaban nyata, apakah isu atau fakta yang perlu ditindaklanjuti oleh instansi berwenang.

 

Redaksi membuka ruang hak jawab bagi siapa saja yang nama nya disebutkan dalam pemberitaan ini sesuai dengan undang undang pers no 40 tahun 1999 tentang pers.

 

Red JK

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *