Tambang Ilegal

Tak Jawab Jumlah Mesin Dompeng, Kades Kemuning Biutak Tantang & Beri Nada Ancaman: “Pangkong Warga Kalau Buat Berita Sembarangan”

405
×

Tak Jawab Jumlah Mesin Dompeng, Kades Kemuning Biutak Tantang & Beri Nada Ancaman: “Pangkong Warga Kalau Buat Berita Sembarangan”

Sebarkan artikel ini

Ketapang,14 mei 2026 – Penyangkalan Kepala Desa Kemuning Biutak, Suandin, terkait dugaan kepemilikan 7 set mesin dompeng di lahan sengketa PT. Arrtu Plantation dan PT. Nova justru menimbulkan tanda tanya baru. Saat ditanya berapa jumlah mesin yang sebenarnya jika bukan tujuh set, Suandin sama sekali tidak menjawab pertanyaan tersebut. Ia malah meminta awak media untuk datang sendiri ke lokasi dan menghitung jumlah alat penambangan yang beroperasi.

Sikap ini menimbulkan kesimpulan tersendiri di kalangan pengamat: jika memang bukan 7 set, namun jumlahnya tetap ada meski berbeda, hal itu justru memperkuat dugaan bahwa Kades Suandin tetap terlibat dan ikut mengelola aktivitas penambangan di wilayah PT Arrtu / Nova yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dalam kawasan desa kemuning biutak, sekarang masih dalam Sengketa lahan plasma tersebut.

Tak hanya menghindari pertanyaan inti, Suandin juga melontarkan pernyataan bernada ancaman menggunakan bahasa daerah yang cukup tegas kepada wartawan.

Coba sidak ke lapangan, jangan buat berita sembarangan, pangkong warga,” ucapnya dengan nada meninggi.

Pernyataan ini dinilai mencoreng keterbukaan informasi. Padahal, dalam menjalankan tugasnya, wartawan selalu melakukan verifikasi dengan mendatangi lokasi secara langsung serta mendokumentasikan kondisi lapangan sebagai dasar penulisan berita yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.

Sebelumnya, Suandin telah membantah keras kabar dirinya memiliki 7 set mesin dompeng. Ia bahkan menantang siapa pun yang menyampaikan informasi tersebut untuk membuktikannya di lokasi. Namun, ketidakmauannya menjawab berapa jumlah mesin yang sebenarnya justru membuka celah baru bagi dugaan yang beredar di tengah masyarakat.

Sampai saat ini, seluruh informasi masih berada dalam ranah dugaan yang membutuhkan pengecekan lebih lanjut. Di sisi lain, dugaan adanya sosok pemodal besar berinisial USMN yang membiayai operasi tambang itu juga belum mendapatkan tanggapan resmi.

Konflik di Desa Kemuning Biutak kini semakin memanas dan berbelit. Tidak hanya menyangkut sengketa lahan dan kebun plasma, kini muncul indikasi keterlibatan pihak tertentu yang diduga menguasai alat tambang, disertai nada ancaman yang dianggap tidak mendukung penyelesaian masalah secara damai dan transparan.

Harapan Masyarakat kepada Aparat Penegak Hukum Untuk segera mengambil langkah, Bertindak tegas, apalagi ada oknum Kepala Desa yang telah melakukan pembiaran terjadi nya tindakan Pertambangan Emas Tanpa Ijin diwilayah nya dan adanya Dugaan oknum Kepala Desa tersebut ikut melakukan kegiatan penambangan meskipun jumlah alat diakui nya tidak sesuai dengan pemberitaan sebelum nya. Mulai dari Sengketa Lahan, Pertambangan emas tanpa ijin, sampai alat ekskavator, hingga Alur distribusi BBM, harus diusut tuntas.

 

Red Jk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *